Hubungan Sistem Komputer dan Sistem Bilangan Komputer
Pada dasarnya, komputer bisa bekerja jika ada aliran listrik yang mengalir di dalamnya. Aliran listrik yang mengalir memiliki dua kondisi, yaitu kondisi ON dan OFF.
Berdasar hal tersebut bila kondisi ON diberi lambang 1 (angka satu) dan kondisi OFF diberi lambang 0 (angka nol).
On ==> Ada aliran listrik =1
Off==> Tidak ada aliran listrik = 0
Seluruh data berupa angka, abjad ataupun karakter spesial kemudian ditulis dalam rangkaian kombinasi 0 dan 1.Agar bisa dibaca oleh pengguna, hasil terjemahan akan diterjemahkan kembali ke dalam bentuk dan huruf ataupun angka seperti asalnya kemudian ditampilkan melalui layar monitor.
Sistem Bilangan Pada Sistem Komputer
Sistem bilangan digunakan dalam pengoperasian satu mesin digital atau komputer. Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dan suatu sistem fisik. Sistem bilangan yang banyak digunakan oleh pengguna yaitu bilangan desimal.
Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 jenis sistem bilangan yang dikenal yaitu :
a.Sistem bilangan Desimal
Sistem bilangan desimal dengan basis 10, menggunakan 10 macam simbol bilangan, yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9.
Konvensi penulisan yang umum adalah 56710, 567des, 567D.
Contoh : Bilangan 567
Pada bilangan tersebut, digit 5 berarti 5 ratusan, 6 berarti 6 puluhan, dan 7 berarti 7 satuan.
Sehingga, 5 mempunyai arti paling besar di antara tiga digit yang ada.
b.Sistem bilangan Biner
Sistem bilangan biner dengan basis 2 , menggunakan 2 macam simbol bilangan, yaitu : 0 dan 1.
Konvensi penulisan yang umum adalah 012, 01bin, 01B.
Bilangan biner disebut binary digit atau bit.
4 bit dinamakan nibble dan 8 bit dinamakan byte atau oktet.
Sebagai contoh, sebuah komputer yang menggunakan mikroprosesor 64 bit dapat menerima, memproses, menyimpan dan mengirim data atau instruksi dalam format 64 bit.
c.Sistem bilangan Oktal
Sistem bilangan oktal dengan basis 8 , menggunakan 8 macam simbol bilangan, yaitu : 0,1,2,3,4,5,6 dan 7.
Konvensi penulisan yang umum adalah 458, 45oct, 45O.
Contoh: Bilangan 56(oktal)
Penyelesaiannya sebagai berikut:
56 = (5 X 81) + (6 X 80)= 40+6
Jadi bilangan oktal 56 = 46 dalam desimal
d.Sistem bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan heksadesimal dengan basis 16 , menggunakan 16 macam simbol bilangan, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8, 9, A,B,C,D,E dan F.
Konvensi penulisan yang umum adalah 1A16, 1Ahex, 1AH.
Bilangan A,B,C,D,E,F
Pada sistem hexa desimal, A=10, B=11, C=12, D=13, E=14 dan F=15. Secara umum metode perhitungannya sama dengan cara-cara diatas.
Contoh: Bilangan 1A(hexa)
Penyelesaiannya sebagai berikut:
1A = (1 X 161) + (10 X 160)= 16+10
Ingat A = 10
Jadi bilangan hexadesimal 1A = 26 desimal
Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar